Skip to content

Perhatikan Rutinitas Kita

Bagi sebagian orang menjalani rutinitas adalah kegiatan yang menyenangkan. Tapi, tidak sedikit juga orang yang merasa rutinitas adalah hal yang membosankan. Tergantung dari rutinitas apa yang dijalani. Terlebih apakah kita mencintai dan menikmati rutinitas yang kita jalani itu.

Pada umumnya kita lebih menyukai sesuatu yang sudah menjadi rutinitas. Alasannya karena sudah terbiasa. Apapun jika sudah terbiasa, kita pasti bisa enjoy melakukannya. Tapi ya itu tadi, kembali kepada sifat masing-masing. Kalau saya sih kadang suka kadang tidak suka. Saya menyukai rutinitas yang menurut saya menyenangkan dan melegakan. Misal, sholat tepat waktu, tidur dan bangun yang teratur, olahraga yang menyehatkan, dan beberapa hal lainnya. Untuk yang lain saya lebih cenderung tidak rutin. Namun, ada beberapa hal yang menjadi rutinitas saya mengganti rutinitas saya.Tidak usah bingung ya :D. Saya memang termasuk orang yang suka dengan sesuatu yang berbeda. Jadi tidak ‘gitu-gitu aja’ :D.

Terlepas apakah rutinitas itu membosankan atau menyenangkan, disini saya akan menyarankan Anda untuk memperhatikan apa yang menjadi rutinitas Anda. Sejenak, coba ingat-ingat apa yang sering Anda lakukan dan coba perhatikan ! Apakah kegiatan yang menjadi rutinitas Anda ini sudah baik untuk Anda, sudah bermanfaatkan untuk Anda dan orang lain? Atau mungkin justru sebaliknya. Tidak baik dan malah tanpa Anda sadari telah merugikan Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.

Tanpa kita sadari, kita lebih senang memperhatikan apa yang dilakukan orang lain. Dan tanpa kita sadari kita mengacuhkan apa yang kita lakukan. Padahal, apa yang kita lakukan akan jauh lebih berpengaruh kepada diri kita. Bukan begitu?

Kita adalah refleksi dari apa yang pernah kita lakukan di masa lalu. Jadi, apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan adalah sebuah kebiasaan yang kita bentuk sendiri. Dari rutinitas sehari-hari kita. Lalu, pada jangka waktu yang panjang akan menjadi karakter kita. Yang menentukan siapa kita di mata kita sendiri, Allah, dan orang lain.

Anda tahu salah satu tanda jika Allah menerima amalan kita?

Allah akan memudahkan kita untuk melakukan amalan-amalan kita.

Ketika kita melakukan suatu kebaikan dan Allah menerima amalan kebaikan kita, Dia pasti akan memberi kemudahan untuk kita melakukan kebaikan-kebaikan selanjutnya. Misal, Anda suka menyedekahkan uang atau sesuatu yang Anda miliki. Dengan izin Allah, Anda akan lebih suka menyedekahkan lebih dan lebih. Begitu juga dengan kebaikan-kebaikan lainnya.

Tapi coba perhatikan ! Bagaimana jika kita melakukan kemaksiatan dan Allah menerima kemaksiatan tersebut. Jangan-jangan Allah akan memudahkan kita menuju jalan kesukaran. Anda bisa cermati dan perhatikan sendiri ‘pola’ ini pada apa yang telah Anda lakukan. Maka berhati-hatilah dalam berbuat.

Silakan buka Qur’an Surah Al Lail ayah 5-10 beserta tafsirnya :).

Saya juga manusia biasa sama seperti Anda. Di sini saya hanya berkewajiban untuk mengingatkan diri saya dan Anda. Ketika berbuat salah, maka SEGERALAH bertaubat dan ‘kembali’. Jika sudah beramal baik, enjoy-lah dengan amalan Anda, lalu berusahalah untuk istiqomah, insyaAllah akan dimudahkan oleh Allah. Kalau sudah konsisten kan enak πŸ™‚

Semoga Allah memasukkan kita bersama orang-orang shalih dan selalu memudahkan kita untuk mendekat kepadaNya. πŸ™‚

==============================================

Mohon doanya juga, siang ini saya berangkat ke Jakarta dan besok kemungkinan akan berkunjung ke Bandung. InsyaAllah kembali ke Jogja hari Selasa. Mohon maaf karena saya tidak ada gadget jadi ada kemungkinan saya absen menulis untuk beberapa hari :). Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga πŸ˜€

Published inRefleksi

One Comment

  1. […] kali ini saya hanya ingin sedikit mereview tentang postingan Perhatikan Rutinitas Kita . Waktu itu saya nulisnya waktu mau pergi ke luar kota jadi hanya sekedar menyempatkan. Nah, di sini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: