Skip to content

Pemimpi atau Pemimpin ?

Seorang pembicara yang masih terbilang muda berdiri di depan. Dengan suara lantang khas orator dia bertanya kepada peserta training di sebuah kampus. “Apa bedanya pemimpi dan pemimpin?”

Untuk beberapa detik suasana di ruangan itu diam. Sang pembicara hanya tersenyum, dia berhasil memegang kendali peserta training. Tapi, tiba-tiba di barisan paling belakang, ada beberapa peserta yang mulai gaduh. Entah bercanda tidak memperhatikan Si Motivator, atau bosan berada di dalam ruangan training. Mengingat training ini adalah kegiatan yang diwajibkan untuk mahasiswa di kampus tersebut. Memang seringkali, sesuatu yang mengikat tanpa alasan dan maksud yang jelas akan ber-efek suatu pelarian atau pelampiasan yang cenderung kurang baik.

Lalu, salah seorang peserta yang berada di barisan belakang tadi nyeletuk sambil sedikit tertawa, “Bedanya di huruf N, Mas. Hahahaha” Disambung gelegar tawa teman-temannya dan peserta lainnya. Pembicara yang cukup tanggap ini segera menenangkan suasana. Dia menunjuk peserta yang tadi sempat menyeletuk. “Mas jika Anda memang berani silakan jawab pertanyaan saya tadi di depan sini !” Sang Pembicara menantang seorang peserta untuk maju ke depan.

Dengan sikap sok berani, cengengesan sana sini, peserta tadi maju ke depan dan berdiri tepat di samping pembicara. Sang pembicara tersenyum, lalu bertanya sekali lagi kepada peserta yang maju ke depan. “Coba Mas, bisa diulangi lagi. Apa bedanya pemimpi dan pemimpin?” Peserta yang ditanya kini tidak lagi cengesan seperti tadi. Sambil memegang mic yang diberikan dia menjawab dengan suara yang sedikit ragu, “Huruf N-nya, Mas.”

Setelah mempersilakan peserta untuk duduk kembali, Sang Pembicara kembali tersenyum, siap mengeluarkan jawabannya. “Saudara-saudaraku. Saya yakin. Anda semua yang ada dalam ruangan ini memiliki cita-cita yang besar. Saya sangat yakin bahwa Anda adalah seorang pemimpi yang memiliki angan-angan, visi, dan impian yang luar biasa.” Kini semua perhatian tertuju tepat kepada Sang Pembicara.

“Namun saya tidak yakin, jikalau kalian semua adalah seorang pemimpin !” Dia memberi tekanan pada kata terakhirnya.

“Ya, jawaban dari pertanyaan saya tadi adalah huruf N. Simple saja bukan? Tapi tunggu dulu, Anda tahu apa maksud dari huruf N?” Suasana benar-benar hening. Semua peserta menunggu kalimat lanjutan yang akan keluar dari Sang Pembicara.

“N adalah Nyali !!!”

“Anda punya konsep untuk menyelesaikan masalah, Anda punya pemecahan masalah untuk mengatasi problem negara yang telah menggunung selama puluhan tahun. Tapi, ketika Anda tidak punya satu. Nyali. Maka mustahil konsep itu akan ter-eksekusi. Permasalahan bangsa tidak akan pernah terselesaikan sampai kapanpun !
“Mimpi dan cita-cita agung yang hampir di setiap sujud dan sholat Anda panjatkan. Air mata Ibu Anda yang penuh harap. Semuanya hanya akan sia-sia. Sia-sia saja, jika kita hanya berani bermimpi tapi tak pernah punya nyali untuk menjadikannya nyata.”

“Maka mulai sekaranglah saatnya kita untuk berdiri. Saatnya kita bangkit. Songsong mimpimu. Kuatkan nyalimu. Teriakkan dengan aksi-aksimu !!!”

********

Tulisan di atas adalah pengalaman pribadi saya. Kurang lebih satu tahun yang lalu. Karena menurut saya inspiring saya tulis di hape saya. Alhamdulillah, baru sekarang saya publish di internet. Semoga cerita saya di atas bisa memberikan manfaat untuk kita dalam setiap impian dan cita-cita kita. Tentang keberanian, yang sebenarnya adalah sebuah keharusan dalam setiap langkah penting dalam hidup ini.

Oke, selamat berjuang para Pejuang Mimpi ! Salam semangat dari saya 🙂

Published inInspirasiJejak

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: