Sebagai generasi yang hidup di zaman teknologi seperti saat ini, memang bukan perkara yang susah untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Tinggal duduk di depan gadget kita semua informasi bisa datang dalam kedipan mata. Tentu ini adalah suatu kemudahan yang patut kita syukuri. Tetapi terlepas baik dan tidaknya kemudahan ini, saya tetap tidak setuju ketika kemudahan ini justru kita gunakan untuk hal-hal yang sia-sia atau bahkan merugikan.

Dunia ini memang diciptakan berpasang-pasangan. Ketika ada sisi yang baik disitu juga akan ada sisi yang buruk. Oleh karena itu dalam hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan. Dan setiap pilihan pasti menuntut pertanggungjawaban. Seperti bermacam gadget yang hampir selalu kita gunakan setiap harinya. Dengan gadget-gadget itu kita bisa memperkaya ilmu kita, bisa menambah wawasan tentang apapun yang kita inginkan. Namun, di sisi lain gadget-gadget itu juga bisa mendatangkan kerugian bagi kita. Seperti waktu yang terbuang percuma, berjam-jam di depan gadget, atau mungkin mendatangkan kemalasan. Maksudnya dengan adanya kemudahan itu pasti sedikit banyak kita akan tergantung dengan kemudahan itu, dan sebagai konsekuensinya otak dan badan kita menjadi malas.

Dan masih banyak lagi kerugian yang kita dapatkan. Tapi, jika kita bisa bijak dan lebih dewasa dalam memanfaatkan kemudahan, tentu itu akan mendatangkan keuntungan yang lebih untuk kita. Sebenarnya tinggal bagaimana kita melihatnya dari sisi mana dan bagaimana kita membiasakan diri kita.

Oke, satu hal yang ingin saya soroti di sini adalah mengenai menuntut ilmu dengan gadget yang kita punya. Tentu teman-teman hafal dengan sabda Nabi Shalallahu’alaihi wassalam, “Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin wal muslimat minal mahdi ilal lahdi.” Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim/muslimah sejak dari ayunan hingga liang lahad. Nah, jadi alangkah baiknya jika semua peralatan teknologi yang ada saat ini kita gunakan semaksmal mungkin untuk memperkaya ilmu kita. Silakan teman-teman eksplor internet atau mungkin buku-buku yang ada.

Tapi disamping itu, ada satu hal yang harus kita perhatikan. Dalam menuntut ilmu itu semua ada adabnya, semua ada tata caranya, dan tentu saja ada keutamaannya. Dan diantara keutamaan mencari ilmu adalah adanya Guru yang membimbing. Meski kita dapat belajar otodidak tetapi itu tidaklah cukup. Harus ada orang yang membimbing kita. Agar ilmu yang kita miliki itu adalah ilmu yang kuat. Karena sekarang ini sejujurnya banyak sekali syahwat dan syubhat yang tersebar melalui kecanggihan teknologi.

Tentu teman-teman tahu, dahulu para ‘alim mencari ilmu dengan mendatangi ta’lim yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer. Dengan keterbatasan alat yang ada mereka tetap semangat mencari ilmu dan keutamaan dari mencari ilmu tersebut. Karena sejatinya ilmu itu kita datangi, bukan yang mendatangi.

Jadi intinya, mari kita manfaatkan teknologi yang ada, tapi tetap kita agendakan untuk mendatangi majlis ta’lim yang ada. Silakan, cari ta’lim yang terpercaya yang ada di lingkungan terdekat. InsyaAllah kita akan mendapatkan manfaat yang lebih jika dibandingkan hanya duduk di depan gadget kita. Cobalah! Anda akan merasakan indahnya agama ini, mudahnya dalam beragama, ukhuwah yang indah, dan lezatnya ni’mat iman. 🙂


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: